September 3, 2009

Sewa kapal global naik US$10.000


Sewa kapal global naik US$10.000
Pasar handymax dan panamax di dalam negeri kelebihan pasokan

JAKARTA: Kontrak sewa kapal angkutan curah untuk jenis panamax dan handymax di pasar internasional mulai membaik setelah mencatat kenaikan masing-masing US$5.000 dan US$10.000 per hari dibandingkan dengan nilai sewa pada Oktober 2008.

Ketua Bidang Angkutan Tongkang dan Kapal Tunda Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (DPP INSA), Teddy Yusaldi, mengakui biaya sewa harian kapal handymax dan panamax di pasar internasional mulai membaik.

Menurut dia, nilai sewa kapal angkutan curah tipe besar itu sempat anjlok drastis pada Oktober 2008 dan berlanjut hingga sekarang, sehingga sejumlah operator handymax dan panamax menarik armadanya ke Indonesia.

“Sekarang nilai sewa kapal handymax dan panamax di pasar internasional mulai membaik walau belum sampai pada level tertinggi seperti yang dinikmati oleh pelayaran sebelum Oktober 2008,” katanya kemarin.

Teddy mengungkapkan dalam beberapa bulan terakhir nilai sewa kapal kedua jenis kapal berukuran besar itu rata-rata naik cukup signifikan meski belum menyentuh level tertinggi yang pernah dicapai pada 2008.

Nilai sewa kapal jenis panamax sempat menyentuh level US$70.000 per hari sebelum akhirnya merosot menjadi US$4.000 per hari pada Oktober 2008 seiring dengan anjloknya pangsa muatan internasional sebagai dampak dari krisis global.

Nilai sewa kapal di pasar internasional (US$ per hari)
Jenis kapalSebelum krisisSaat krisisSekarang
Panamax70.0004.00014.000
Handymax50.0003.00010.000
Sumber: INSA, diolah

Adapun, nilai sewa kapal handymax yang sempat menyentuh US$50.000 per hari sebelum terjadinya krisis muatan di pasar internasional, juga anjlok menjadi US$3.000 per hari.

Saat ini, tarif sewa kapal jenis panamax kembali naik menjadi US$14.000 per hari atau naik US$10.000 jika dibandingkan dengan kondisi pada Oktober tahun 2008, sedangkan biaya sewa handymax naik US$10.000 per hari.

Teddy memaparkan pada 2008 kapal-kapal nasional banyak yang beroperasi di luar negeri karena nilai sewa lebih tinggi dibandingkan dengan biaya sewa di dalam negeri.

Akibatnya, jumlah armada berbendera Merah Putih berkurang sehingga menimbulkan kekhawatiran target pemerintah memenuhi ketentuan angkutan batu bara di dalam negeri wajib dilakukan oleh kapal Indonesia paling lambat 1 Januari 2010 tidak tercapai.

“Memang tadinya kapal handymax dan panamax berbendera Indonesia banyak yang beroperasi di luar negeri karena rate-nya bagus, tetapi ketika harga sewa jatuh, pemilik kapal terancam merugi,” katanya.

Kelebihan pasokan

Menurut dia, dengan merosotnya nilai sewa kapal di pasar internasional mendorong pelayaran nasional mengalihkan kapalnya ke perairan Indonesia dan membidik pangsa muatan di dalam negeri.

Akibatnya, jumlah armada berbendera Merah Putih yang beroperasi di Indonesia melonjak secara signifikan, bahkan melampaui kebutuhan. “Kebutuhan handymax dan panamax hanya 23 unit, tetapi sekarang sudah ada 30 kapal atau terjadi kelebihan pasokan.”

Pekan lalu, Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Dephub Leon Muhamad mengatakan pemerintah menutup izin permohonan pemakaian kapal asing (PPKA) jenis handymax dan panamax.

Menurut dia, jumlah armada berbendera Indonesia jenis handymax dan panamax untuk angkutan batu bara sudah melampaui kebutuhan hingga 2010 sehingga izin PPKA ditutup tanpa harus menunggu tenggat waktu pelaksanaan roadmap asas cabotage 1 Januari 2010.

Berdasarkan data INSA, selama periode Agustus 2008-Agustus 2009, jumlah kapal handymax dan panamax berbendera Merah Putih tercatat 30 unit. Jumlah itu dinilai telah melebihi kebutuhan untuk mendukung kegiatan distribusi batu bara di dalam negeri, terutama memasok kebutuhan sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Tanah Air.

Penilaian itu mengacu pada data Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut Dephub yang memperkirakan kebutuhan kapal batu bara nasional hingga 2010 sebanyak 10 kapal jenis panamax dan 13 unit handymax. (tularji@bisnis.co.id)

Oleh Tularji
Bisnis Indonesia, 01 September 2009

http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A17&cdate=01-SEP-2009&inw_id=693214


No comments:

Post a Comment