May 29, 2009

Securing the Future with Fortinet Seminar


Securing the Future with Fortinet Seminar

>

Pada tanggal 26 Mei 2009, FORTINET telah mengadakan event seminar di Jakarta yang dihadiri oleh para IT Profesional dari berbagai perusahaan dengan tema Securing the Future with Fortinet Seminar.


FORTINET merupakan sebuah perusahaan end to end IT security solution yang telah berdiri sejak tahun 2000 dan juga telah memperoleh banyak penghargaan dan sertifikat dari dunia.


Acara yang menarik perhatian tersebut diakhiri dengan lucky draw, hacking contest, pemberian souvenir yang menarik.


Laporan : Toramd, MAA - BAg




IBM Service Management and SOA Conference 2009


IBM Service Management and SOA Conference 2009



Tanggal 19 Mei 2009 bertempat di Shangri La Hotel Kota BNI, Jl. Jend Sudirman Kav. 1 Jakarta Pusat 10220, IBM telah mengadakan IBM Service Management and SOA Conference 2009. Agenda acara yang dimulai pendaftaran di pagi hari yang dihadiri oleh para IT professional maupun para financer dari berbagai bidang perusahaan.


Acara di IBM Conference 2009 itu dibuka oleh Bapak Kustiawan Kusumo (Country Manager, IBM Software Group) kemudian dilanjutkan oleh para keynote speaker yang expert di bidangnya masing-masing dari berbagai negara untuk membawakan materi acara.


Kegiatan yang diadakan oleh IBM ini sangatlah penting bagi para perusahaan dalam membuat keputusan untuk memangkas biaya, mengurangi resiko, mengoptimalkan pemberian pelayanan baru, dan meningkatkan kinerja bisnis yang lebih baik hasilnya serta memperoleh keterampilan praktis dan mendapatkan sertifikasi bagi para IT Profesional.


Pada event tersebut, IBM juga mengadakan Profesional Certificate Program secara online dimana banyak para IT professional mengikuti acara itu secara gratis, yang diuji antara lain mengenai Tivoli Storage, Tivoli Automation, Tivoli Security, Websphere Business Integration, Websphere Aplication Server dan IBM Service Oriented Architecture (SOA). Selain itu juga ada event untuk para Banking.


Kegiatan yang padat itu juga diselingi oleh entertainment by Musik Jalanan secara LIVE dimulai dari pendaftaran, coffee break, lunch dan diakhiri dengan acara penutupan yaitu lucy draw.


Laporan : Toramd, MAA, TJ - BAg


May 27, 2009

Badai Gagalkan Keberangkatan Kapal


Badai Gagalkan Keberangkatan Kapal


*juniwan

MedanBisnis – Sibolga
Manajer PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) cabang Sibolga, Ibnu Mulkan mengatakan, akibat badai yang masih mengamuk di perairan laut disertai gelombang mencapai ketinggian 4 hingga 5 meter di wilayah pantai barat Sumatera Utara (Sumut) sejak Kamis (14/5) hingga Jum’at (15/5), sejumlah kapal pelayaran rute Sibolga-Nias terpaksa putar haluan dan balik kanan ke Pelabuhan Sibolga.
Bahkan, satu unit kapal milik PT ASDP yaitu, KMP Pulau Tello yang berangkat dari Sibolga menuju Gunung Sitoli-Nias, Kamis (14/5) malam kemarin terpaksa kembali lagi ke Sibolga. Demikian pula kapal penumpang dan kapal barang lainnya juga dilaporkan hingga Jumat (15/5) terpaksa menunda keberangkatannya, karena khwatir amukan badai itu bakal mengancam keselamatan pelayaran.
”KMP Pulau Tello yang sempat berlayar di sekitar kepulauan Mansalar yaitu di pertengahan antara Sibolga dengan Gunungsitoli, terpaksa kembali pulang ke Sibolga. Karena gelombang tinggi disertai angin yang sangat kencang di wilayah itu,” ungkap Ibnu Mulkan, Jumat (15/5) di Pelabuhan Sibolga.
Demikian pula dengan KMP Barau yang hendak berangkat Jumat pagi dari Nias menuju Sibolga juga mengalami hal yang sama dan tidak jadi berangkat. Kendatipun saat itu jumlah penumpang cukup banyak mencapai 267 orang ditambah kendaraan yang akan diseberangkan berjumlah 22 unit. “Akibat kekhawatiran penumpang pada pagi itu, jumlahnya pun berkurang menjadi 212 orang dan ongkosnya telah dikembalikan,” sebutnya.
Walau begitu, lanjutnya, KMP Pulau Tello yang rencananya diberangkatkan Jumat pagi tadi sekitar pukul 10:00 WIB, kendaraan dan penumpang masih bersabar menunggu di atas kapal. “Saat kapal KMP Pulau Tello akan diberangkatkan, pihak Adpel kemudian menginformasikan, gelombang laut masih cukup tinggi disertai badai angin yang sangat kencang, sehingga kapal kita kembali gagal berangkat. Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, KMP Pulau Tello baru dapat diberangkatkan dari Sibolga menuju Nias, karena sudah mendapat izin berlayar dari pihak Adpel Sibolga,” katanya lantas menambahkan, pihaknya juga telah memberi instruksi kepada nakhoda kapal apabila cuaca di perjalanan buruk agar segera kembali ke Sibolga demi keselamatan penumpang.
Sementara itu, Kepala Stasiun Radio Pantai Kantor Navigasi Sibolga, Edward Sianturi yang dikonfirmasi soal prakiraan cuaca mengatakan, berdasarkan penjelasan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Belawan, selama 4 hari sejak, Kamis (14/5) hingga Minggu (17/5) pagi mendatang, tinggi gelombang di perairan Samudra Hindia atau di perairan Pantai Barat Sumatera Utara diperkirakan antara 4 hingga 5 meter. Sementara kecepatan angin mencapai 20 knot per jam atau setara 45 kilometer per jam.
”Setiap pagi, kita wajib memberikan info kepada pihak Adpel Sibolga tentang kondisi cuaca di laut, sehingga pelayaran kapal fery, kapal cepat maupun kapal pelayaran lainnya tujuan Sibolga-Nias dapat berjalan lancar dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan,” sebut Edward sembari menyarankan, pihak PT ASDP maupun kapal cepat untuk menunda jadwal pelayarannya.

Medan Bisnis Online, 16 Mei 2009

http://www.medanbisnisonline.com/2009/05/16/badai-gagalkan-keberangkatan-kapal/

21 Gudang di Priok batal dibongkar


21 Gudang di Priok batal dibongkar

JAKARTA: Sebanyak 21 fasilitas pergudangan di Pelabuhan Tanjung Priok batal dibongkar, menyusul rencana PT Pelabuhan Indonesia II mengkaji ulang program penataan di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Kepala Humas Pelabuhan Tanjung Priok Hambar Wiyadi mengatakan fasilitas pergudangan masih diperlukan di Tanjung Priok karena arus barang umum melalui pelabuhan itu masih stabil.

"Bahkan, diperkirakan setiap tahunnya ada peningkatan rata-rata 100.000 ton," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Dia mengungkapkan 21 gudang yang batal dibongkar yakni gudang 202, 203, 208, 209, 304, 207, 109, 112, 110, 113, 114, 001, 002, 003, 004, gudang CFS Nusantara, 005, 006, 007, gudang CDC MTI, dan gudang 005X. "Luas keseluruhan fasilitas gudang itu mencapai 101.972 m2."

Sebelumnya, di Pelabuhan Priok terdapat 34 fasilitas pergudangan untuk menampung barang umum yang dalam rencana awal penataan pelabuhan akan dibongkar dalam rangka menambah kapasitas tampung peti kemas di Pelabuhan Priok.

Namun, baru 13 gudang di antaranya yang telah dibongkar, yakni gudang 302, 102X, 104X, 108, 111, 210, 305, 102, 103, 105, 107, 213X, dan 303 dengan luas keseluruhan mencapai 65.000 m2.

Hambar mengungkapkan manajemen Pelabuhan Priok memperkirakan arus bongkar muat barang kargo yang akan memanfaatkan fasilitas pergudangan di pelabuhan itu mencapai 3 juta ton pada tahun ini, sedangkan yang melalui lapangan penumpukan 3,1 juta ton dan barang yang langsung keluar sebanyak 4 juta ton.

"Dengan demikian, fasilitas pergudangan di dalam pelabuhan masih sangat diperlukan karena arus barang umum masih cukup signifikan yang melalui Pelabuhan Priok," katanya.

Dia memaparkan program penataan Pelabuhan Priok masih akan terus difokuskan pada penambahan fasilitas jalan di dalam pelabuhan sehingga nantinya bisa terkoneksi langsung dengan akses jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

"Selain lahan Pelindo, lahan milik sejumlah instansi lain juga akan terkena pembangunan akses jalan tol Pelabuhan Priok yang terhubung dengan JORR," ungkap Hambar. (k1)

BISNIS INDONESIA, 27 Mei 2009

http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A17&cdate=27-MAY-2009&inw_id=675707

May 25, 2009

Alur Tanjung Perak aman

TRANSIT
Alur Tanjung Perak aman

SURABAYA: Alur pelayaran di perairan Pelabuhan Tanjung Perak dinilai aman dilalui kapal pascatabrakan kapal MV Tanto Niaga dan MV Mitra Ocean, Jumat, sekitar 500 meter arah timur Terminal Peti Kemas Surabaya.

"Secara umum alur di sana tidak terganggu. Namun, harus tetap waspada terhadap beberapa peti kemas yang masih mengapung seputar alur," kata Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Iwan Sabatini akhir pekan lalu.

Menurut dia, alur pelayaran yang masuk Tanjung Perak sudah diamankan oleh kapal patroli KPLP agar kapal yang masuk tidak menabrak peti kemas yang jatuh ke laut.

"Lebih dari dua kapal patroli KPLP Tanjung Perak yang mengamankan alur pelayaran khususnya di Buoy 8," ujarnya. (Antara)

Bisnis Indonesia harian, 25 mei 2009

http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A17&cdate=25-MAY-2009&inw_id=675142

Pembayaran tally masih ditolak

TRANSIT
Pembayaran tally masih ditolak

JAKARTA: Kalangan eksportir dan importir tetap menolak untuk membayar jasa pencatatan dan penghitungan keluar masuk barang dan peti kemas atau tally mandiri di Pelabuhan Tanjung Priok, kendati juklak penagihan dan pembayaran kegiatan itu sudah selesai dibahas.

Ketua Umum Dewan Pengguna Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro mengatakan kalangan eksportir dan importir hanya mau membayar perusahaan tally yang bersertifikat internasional sesuai dengan syarat yang tercantum pada kontrak pengiriman barang.

"Sangat penting bagi kami untuk memilih perusahaan tally yang bersertifikasi internasional, karena apabila ada kehilangan atau barang cacat, bisa digunakan untuk klaim asuransi," katanya baru-baru ini. (Bisnis/22)

Bisnis Indonesia , 25 Mei 2009

http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A17&cdate=25-MAY-2009&inw_id=675144

Dephub izinkan operasi kapal tunda Singapura

Dephub izinkan operasi kapal tunda Singapura

JAKARTA: Departemen Perhubungan dinilai melanggar asas cabotage karena memberikan izin operasi kepada kapal berbendera asing untuk pelayanan antarkapal (ship to ship) di perairan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Izin itu berupa Dispensasi Syarat Bendera yang diterbitkan oleh Ditjen Perhubungan Laut Dephub kepada kapal tunda (tugboat) Seacrest berbendera Singapura. Kapal itu dicarter oleh perusahaan pelayaran PT Admiral Lines.

Langkah Dephub itu mendapat protes dari pelaku pelayaran nasional yang memiliki kapal tunda berbendera Indonesia melalui DPP Indonesian National Shipowners' Association (INSA).

Paulis Djohan, Ketua Bidang Organisasi DPP INSA, mengatakan protes itu disampaikan karena kapal tunda berbendera Indonesia saat ini mencukupi untuk melayani kegiatan pelayanan antarkapal di Tanjung Balai Karimun.

Kapal jenis tugboat berbendera Indonesia banyak tersedia di dalam negeri yang digunakan dalam kegiatan lepas pantai.

"Ini merupakan inkonsistensi terhadap ketentuan asas cabotage. Kegiatan angkutan dalam negeri harus dilakukan oleh kapal berbendera Indonesia yang diamanatkan oleh UU Pelayaran dan Inpres No.5/2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional," ujarnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Paulis mengatakan DPP INSA sebelumnya sudah menolak untuk memberikan rekomendasi izin pengoperasian tugboat berbendera Singapura kepada Dephup yang diajukan oleh PT Admiral Lines.

Diakui Dephub

Direktur Lalulintas Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Dephub Leon Muhamad mengakui pihaknya memberikan Dispensasi Syarat Bendera kepada tugboat berbendera Singapura itu.

"Kami memberikan dispensasi pada waktu itu [karena] sudah dilengkapi rekomendasi dari Dewan Pimpinan Cabang INSA dan Administrator Pelabuhan Tanjung Balai Karimun," ungkapnya.

Dia mengatakan dalam rekomendasi itu disebutkan PT Pelabuhan Indonesia I dan BUMD di Tanjung Balai Karimun tidak memiliki tugboat untuk melayani penundaan kapal, sehingga memberikan rekomendasi selama 1 bulan dan dikhususkan untuk melayani MT Nostos dan MT Habari di perairan Kepulaun Riau.

Oleh Aidikar M. Saidi
Bisnis Indonesia, 25 Mei 2009

http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A17&cdate=25-MAY-2009&inw_id=675141